Hancurkan Saja itu Polisi Tidur!

Speed Bump

Polisi Tidur, atau Speed Bump memang diciptakan untuk mengurangi kecepatan pengendara di area tertentu (katanya) demi keselamatan bersama. Tapi pada kenyataannya, banyak yang bikin polisi tidur seperti orang yang dendam lalu kesurupan dan bikin polisi tidur seenaknya.

Tulisan ini sengaja dibuat setelah kemarin hampir jatuh dari motor karena polisi tidur tidak terlihat dengan jelas disebuah jalan kecil di Yogyakarta.

Pembuatan polisi tidur itu ada aturannya! Tidak boleh asal-asalan “yang penting bisa mengurangi kecepatan”. Gak lucu kalau warga sekitar aman dan selamat, pengendara motor jatuh terpental karena speed bump laknat yang tak mengikuti aturan! Emangnya jalan ini punya moyang ente? jadi bisa seenaknya bikin polisi tidur!

Gak percaya kalau polisi tidur punya aturan? Menurut Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM 3 Tahun 1994, Tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakaian Jalan Pasal 5, pembuatan polisi tidur harus mengikuti ayat-ayat berikut:

  1. Penempatan alat pembatas kecepatan jalur lintas dapat didahuli dengan pemberian tanda dan pemasangan rambu lalu lintas sebagaimana dalam Lampiran I Tabel 1 No. 6b Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 61 Tahun 1993 tentang Rambu-rambu Lalu Lintas di Jalan.
    *Rambu yang dimaksud:
    Rambu Polisi Tidur.
  2. Penempatan alat pembatas kecepatan pada jalur lalu lintas harus diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih.
  3. Pemasangan rambu dan pemberian tanda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), digunakan untuk peringatan kepada pengemudi kendaraan bermotor tentang adanya alat pembatas kecepatan di depannya.

Udah jelas kan aturannya? Jadi, sebelum tempat polisi tidur itu berada, harus ada rambu bahwa didepan kita ada polisi tidur! Nah, sekarang desain polisi tidur banyak yang asal-asalan, asal buat, asal jadi, malah banyak banget polisi tidur yang tingginya gak bisa ditoleransi. Bentuk, desain, dan ketinggian polisi tidur juga ada aturannya! Dari Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM 3 Tahun 1994 pasal 6, bentuk polisi tidur harus mengikut aturan dari ayat:

  1. Bentuk penampang melintang alat pembatas kecepatan menyerupai trapesium dan bagian menonjol diatas badan jalan maksimum 12 cm.
  2. Penampang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), kedua sisi miringnya mempunyai kelandaian yang sama maksimum 15%.
  3. Lebar mendatar bagian atas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), proporsional dengan bagian menonjol di atas badan jalan dan minimum 15 cm.
  4. Bentuk dan ukuran alat pembatas kecepatan sebagaimana dalam Lampiran gambar 1 Keputusan ini.
    *Desain Polisi Tidur:
    Desain Polisi Tidur.

Sekarang aturannya sudah jelas, jadi suatu saat kalau gue, atau kita semua hampir, atau dicelakakan dengan polisi tidur yang tidak sesuai dengan aturan sepertinya bisa komplain ke pengurus setempat, setidaknya minta polisi tidur itu dikasih tanda, biar kita sebagai pengguna jalan bisa lebih nyaman berkendara.

Ada yang gak setuju dengan tulisan ini? Masih ada yang bikin polisi tidur keras kepala dan pasang polisi tidur seenak jidat setelah baca tulisan ini? *gak yakin juga mereka baca*

Gambar referensi dari http://id.wikipedia.org/wiki/Polisi_tidur